*** SPIRITNEWS "AYO KITA IKUT VAKSINASI AGAR TUBUH KITA SEMAKIN KEBAL DARI SEGALA PENYAKIT, "AYO KITA SEMUA TETAP TAAT PROKES, DENGAN SELALU MEMAKAI MASKER, SELALU MENCUCI TANGAN PADA AIR YANG MENGALIR, TETAP MENJAGA JARAK DENGAN MENGHINDARI KERUMUNAN, " **** Jangan Pernah Merasa Hebat Apalagi Sombong Dengan Semua Yang Kamu Miliki, Karena
APAYANG KITA MILIKI DI DUNIA INI ADALAH SEKEDAR TITIPAN, KESENANGAN YANG HANYA SEBENTAR SAJA. "Kisah Hikmah" kali ini adalah berdasarkan pengalamanku siang tadi.Tanpa sengaja aku melihat tulisan bahasa jawa di bak belakang truk pasir yang sedang lewat di kampungku, yang kelihatannya asal asalan tapi sarat dengan makna.
Sayakira yang pernah merasakan kehilangan pasti tahu rasanya. Jika kita sadar bahwa semua yang kita miliki (di sini kita bicara bukan hanya soal barang saja) ialah titipan, harusnya kita pun sadar bahwa suatu saat Sang Pemilik akan mengambilnya kembali. Soal kapan akan diambil kembali dan dengan cara apa kita tidak pernah tahu?
Vay Nhanh Fast Money. September 24, 2008 at 630 am Semua yang Kita Miliki adalah Titipan Allah swt. Ahad,21 September 2008 Terkadang manusia sering mengklaim bahwa apa yang ia miliki sekarang adalah mutlaq kepunyaannya karena ia beranggapan bahwa segala yang ia dapatkan adalah hasil usaha dan jerih payahnya sendiri, dan melupakan Dzat yang memilikinya. Pada hakikatnya segala sesuatu yang kita dapatkan adalah titipan dari Dzat yang telah menciptakan kita yaitu Allah SWT. Harta kekayaan, keluarga, ilmu, jabatan, dsb itu tidak lain adalah titipan dariNya yang harus kita pelihara baik-baik dan sesuai dengan jalanNya. Harta kita harus kita pergunakan di jalan Allah seperti untuk bershodaqah, berzakat, membantu orang yang tidak mampu, dsb. Keluarga kita harus kita didik dan kita arahkan sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Begitupula dengan ilmu, jabatan dan segala yang kita miliki harus kita pergunakan dengan sebaik mungkin dan sesuai dengan jalanNya. Jika kita tidak melakukannya itu berarti sama saja kita telah mengkhianati titipan dari Allah SWT. Demikian pula sebagai orang yang telah dititipi oleh Allah kita harus siap menerima konsekuensinya apabila sewaktu-waktu barang yang dititipkan kepada kita itu diambil kembali oleh yang mempunyainya. Contohnya, jika suatu saat ditakdirkan salah seorang anggota keluarga kita meninggal dunia, maka kita harus menerimanya dengan lapang dada. Begitupun dengan hal yang lainnya. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, diditu diterangkan salah satu contoh figure orang yang sadar akan titipan Allah yaitu seorang wanita di zaman Rasulullah saw. yang bernama Ummu Sulaim. Pada suatu hari ketika suaminya yaitu Abu Thalhah sedang tidak di rumah, ia ditinggal mati oleh anaknya. Lalu Ummu Sulaim pun berkata pada keluarganya yang lain “Janganlah kalian beritahukan hal ini kepada suamiku, biarlah aku sendiri yang memberitahunya!” dan keluarganya pun menurutinya. Maka ketika malam tiba datanglah Abu Thalhah. Setelah ia selesai makan minum dan sholat. Ummu Sulaim mendekatinya dan berlaku seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Kemudian Ummu Sulaim pun bertanya pada suaminya, “Wahai suamiku, jika ada suatu kaum yang menitipkan barangnya pada kaum yang lain lalu kaum tersebut ingin mengambilnya kembali bolehkah kaum yang dititipkan itu menahan barang tersebut?” Abu Thalhah pun menjawab dengan tegas “Tidak boleh, ia harus mengembalikannya!” Ummu Sulaim pun melanjutkan omongannya “Wahai suamiku, anak kita adalah titipan dari Allah swt, tadi pagi ketika anda sedang pergi sesungguhnya ia telah diambil kembali oleh yang menitipkannya yaitu Allah swt.” Abu Thalhah pun diam seribu bahasa, ia tertegun, dan ada perasaan sedih terhujam di hatinya tapi apa mau dikata anaknya memang titipan Allah yang suatu waktu pasti akan diambil kembali oleh yang mempunyainya. Lalu Ummu Sulaim dan Abu Thalhah pun pergi menemui rasulullah dan menceritakan peristiwa tersebut, lalu Rasulullah pun mendo`akan mereka. Dan do`a rasul pun di ijabah oleh Allah. Ummu Sulaim dan Abu Thalhah diberi penggantinya dengan anak yang banyak dan semuanya shalih. Kesimpulannya dalam menjaga titipan Allah yang kita butuhkan adalah kesabaran, dan kita harus percaya bahwa Allah pasti akan memberikan yang terbaik bagi hambaNya. Jikalau Allah mengambil sesuatu dari kita Insya Allah Dia akan menggantinya dengan yang lebih baik. Amien.. Ulfah Khairunnisa 3a Mu`allimien Pesantren persatuan Islam 1 Bandung Entry filed under My Posting.
semua yang kita miliki hanya titipan