Sebagaimanadinyatakan "Belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu, belajar setelah dewasa bagai mengukir di atas air." Memperhatikan pembahasan diatas, yang penting dari belajar membaca bukanlah hasilnya saja tetapi lebih kepada rasa cinta atau rasa suka yang hendak kita tumbuhkan. Bukankah satu kegiatan yang kita cintai Seorangpenyair berkata:"belajar di waktu kecil bagaikan mengukir diatas batu, sedangkan belajar di waktu dewasa bagaikan mengukir diatas air". Saudara-saudaraku yang berbahagia. Akan tetapi kita perlu ingat bahwa ilmu tanpa amal itu tidak bermanfaat. Sebagaimana sabda Nabi saw."ilmu tanpa amal itu bagaikan pohon tak berbuah". 58 belajar di waktu kecil bagaikan mengukir tato luna maya (inget terus) 59. hilang luna tumbuh cut tari . 60. buah jatuh tak jauh dari dadanya . 99. hidup itu bagaikan video ariel dan luna, kadang diatas kadang di bawah . 100. Sudah jatuh, tertimpa tangga, digigit anjing, ditambrak mobil, dihajar massa disangka maling Mampus deh Fast Money. Pertanyaan Saya adalah seorang yang aktif di bidang pendidikan anak. Saya butuh banyak dalil atau nash agama tentang pentingnya pendidikan usia waktu mengaji dimasa kecil saya seringkali mendengar ungkapan "Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu." Sayangnya, saya tidak tahu apakah itu hadits nabi, atau apa? Kalau memang hadits nabi, apakah shohih, siapa yang meriwayatkan dan saya ucapkan terima kasih, pak ustadzJawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh,Benar sekali bahwa usia dini merupakan waktu yang sangat tepat untuk memulai pendidikan. Beberapa ulama besar yang memiliki ilmu multidimensi, ternyata sudah hafal Quran sejak usia yang sangat belia. Ada yang berusia 8 tahun sudah hafal Quran, ada juga yang 10 Al-Imam Asy-Syafi'i bukan hanya hafal Quran, tapi di usia 13 tahun beliau telah hafal kitab hadits paling populer di zamannya, Al-Muwaththa', yang disusun oleh Al-Imam Malik pun ungkapan yang anda tanyakan, sebenarnya memang bukan hadits nabi. Memang ada sebagian orang yang asal comot lafadz dan secara sembarangan mengatakan bahwa hal itu merupakan hadits sebagai muslim yang mutsaqqaf, tentu kita harus teliti dan cermat. Kalau memang bukan hadits, jangan dibilang hadits. Sebab untuk menyebut suatu kalimat itu hadits nabawi, punya konsekuensi yang berat. Kalau memang benar itu hadits, maka kita bertanggung-jawab untuk bisa juga menyebutkan sanad dan periwayatnya, bahkan kedudukannya dari sudut pandang kalau ternyata bukan hadits, maka kepada kita telah disediakan tempat duduk di neraka, naudzubillahi min yang sangat populer itu sebenarnya adalah perkataan atau hikmah dari seorang ulama besar yang berada pada level tabi'in. Beliau adalah Al-Hasan ini bisa kita dapati dalam kitab Jami' Bayanil 'Ilmi wa Fadhlihi, karya Ibnu Abdil Barr, jilid 1 halaman 357. Beliau berkata, "Dari Ma'baddari Al-Hasan Al-Bashri, dia berkata"Menuntut ilmu di waktu kecil seperti memahat di batu"Maksudnya, bahwa masa kecil itu adalah masa di mana informasi akan direkam ke dalam otak dengan sangat mendalam, seolah-olah kita mengukirnya di atas ini ternyata dibenarkan oleh banyak ahli pendidikan, bahkan sampai ada yang mengatakan bahwa bayi di perut ibu sekalipun sudah mulai belajar dan mendengar masukan dari apa yang ungkapan Al-Hasan Al-Basri ini memang sangat erka kaitannya dengan bidang yang anda geluti, yaitu pendidikan anak usia 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh,Ahmad Sarwat, Lc Oleh KH Ahmad Ishomuddin Ada peribahasa Indonesia yang populer dan sering kita dengar "Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar sesudah dewasa bagai melukis di atas air." Sepenggal kalimat pertama dari peribahasa ini punya makna yang memotivasi orang tua agar mendidik anak sejak usia dini karena pengaruhnya akan terlihat jelas. Banyak di antara kita yang belum tahu bahwa penggalan kalimat pertama dari peribahasa tersebut "Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu" sebenarnya berasal dari pepatah Arab, lebih tepatnya bersumber dari ucapan seorang ulama besar al-Hasan al-Basri, al-tabi'i al-jalil الحفظ - وفي رواية العلم - في الصغر كالنقش في الحجر رواه الخطيب البغدادي في الفقيه والمتفقه ٩١/٢ "Hapalan-dalam satu riwayat ilmu-[yang diajarkan] saat usia dini itu bagaikan mengukir di atas batu." Ucapan tersebut diriwayatkan oleh al-Khathib al-Baghdadi dalam kitab al-Faqih wa al-Mutafaqqih, jilid 2 halaman 91. Adapun penggalan berikutnya "belajar sesudah dewasa bagai melukis di atas air" sepertinya asli berasal dari pribahasa Indonesia. Namun saya tidak pernah tahu siapa yang mula-mula mengatakannya. Penulis merupakan Rais Syuriyah PBNU masa khidmah 2010-2015 dan 2015-2021.

belajar diwaktu kecil bagaikan mengukir diatas